Edukasi Obat

Kenali Kemasan dan Etiket Obat

Memahami informasi pada kemasan dan etiket merupakan langkah penting untuk memastikan obat digunakan secara tepat, aman, dan sesuai dengan petunjuk.

Pengertian

Apa Itu Kemasan dan Etiket Obat?

Kemasan obat merupakan wadah atau sistem pembungkus yang digunakan untuk melindungi obat selama proses penyimpanan, distribusi, penjualan, dan penggunaan. Kemasan membantu mempertahankan mutu, stabilitas, keamanan, dan identitas obat serta melindunginya dari kelembapan, cahaya, kontaminasi, kerusakan fisik, dan kondisi lingkungan lain yang dapat memengaruhi kualitas sediaan.

Kemasan obat juga berfungsi sebagai media penyampaian informasi. Pada kemasan dapat ditemukan nama obat, komposisi, kekuatan sediaan, bentuk sediaan, indikasi, dosis, cara penggunaan, kontraindikasi, efek samping, peringatan, kondisi penyimpanan, nomor izin edar, nomor bets, tanggal produksi, dan tanggal kedaluwarsa.

Etiket obat adalah label yang memuat petunjuk penggunaan obat dan ditempelkan pada wadah atau kemasan obat ketika obat diserahkan kepada pasien. Etiket membantu pasien mengenali obat yang diterima serta memahami jumlah, dosis, frekuensi, waktu, dan cara penggunaannya.

Informasi pada etiket harus dibaca secara menyeluruh sebelum obat digunakan. Pasien perlu memastikan bahwa identitas pada etiket sesuai, nama obat dapat dibaca, aturan pakai dipahami, serta tidak terdapat informasi yang rusak, terhapus, atau tidak lengkap.

Kesalahan membaca kemasan atau etiket dapat menyebabkan obat tertukar, kesalahan dosis, kesalahan waktu penggunaan, penggunaan melalui rute yang tidak tepat, duplikasi zat aktif, hingga penggunaan obat yang telah melewati tanggal kedaluwarsa.

Oleh karena itu, kemasan dan etiket tidak boleh dianggap sekadar pelengkap. Keduanya merupakan bagian penting dari sistem keselamatan penggunaan obat dan harus dipertahankan dalam kondisi baik sampai pengobatan selesai.

Informasi Kemasan

Bagian Penting pada Kemasan Obat

Sebelum menggunakan obat, temukan dan pahami informasi berikut pada kemasan primer, kemasan sekunder, atau lembar informasi obat.

01

Nama Obat

Menunjukkan identitas obat, baik berupa nama generik maupun nama dagang. Nama harus diperiksa agar obat tidak tertukar dengan produk lain yang memiliki tampilan kemasan serupa.

Periksa Pastikan nama obat sesuai dengan obat yang direkomendasikan atau diresepkan.
02

Komposisi dan Kekuatan

Memuat zat aktif yang terkandung dalam obat dan jumlahnya pada setiap tablet, kapsul, sendok takar, mililiter, gram, atau satuan sediaan lainnya.

Periksa Hindari penggunaan dua produk dengan zat aktif yang sama tanpa rekomendasi tenaga kesehatan.
03

Indikasi

Menjelaskan kegunaan obat dan kondisi yang dapat ditangani. Obat seharusnya digunakan hanya apabila indikasinya sesuai dengan kebutuhan klinis pengguna.

Periksa Jangan memilih obat hanya berdasarkan merek atau iklan.
04

Dosis dan Aturan Pakai

Menjelaskan jumlah obat, frekuensi penggunaan, jarak waktu antardosis, lama penggunaan, dan batas dosis yang diperbolehkan.

Periksa Jangan menambah dosis ketika merasa obat belum bekerja.
05

Peringatan dan Kontraindikasi

Menjelaskan kondisi yang memerlukan kehati-hatian dan keadaan ketika obat tidak boleh digunakan, misalnya alergi, kehamilan, penyakit tertentu, atau penggunaan obat lain.

Periksa Konsultasikan kepada apoteker jika terdapat kondisi khusus.
06

Efek Samping

Memuat kemungkinan reaksi yang dapat muncul selama atau setelah penggunaan obat. Tidak semua pengguna akan mengalami efek samping yang sama.

Periksa Segera cari bantuan jika muncul reaksi berat atau tidak biasa.
07

Tanggal Kedaluwarsa

Menunjukkan batas waktu obat dapat digunakan apabila kemasan dan penyimpanannya tetap sesuai persyaratan yang ditetapkan.

Periksa Jangan menggunakan obat yang telah kedaluwarsa atau mengalami perubahan bentuk, warna, dan bau.
08

Nomor Izin Edar dan Nomor Bets

Nomor izin edar menunjukkan identitas registrasi produk, sedangkan nomor bets digunakan untuk menelusuri kelompok produksi tertentu.

Periksa Pilih obat dari sarana resmi dengan informasi kemasan yang lengkap dan terbaca.
Simbol Golongan

Mengenal Logo Golongan Obat

Logo pada kemasan membantu masyarakat mengenali golongan dan ketentuan penyerahan obat.

Tanpa resep

Obat Bebas

Ditandai dengan lingkaran hijau bergaris tepi hitam. Obat bebas dapat diperoleh tanpa resep, tetapi harus tetap digunakan sesuai indikasi dan aturan pada kemasan.

Dengan peringatan

Obat Bebas Terbatas

Ditandai dengan lingkaran biru bergaris tepi hitam. Obat ini dapat diperoleh tanpa resep, tetapi disertai peringatan khusus yang wajib dibaca dan dipatuhi.

K
Dengan resep

Obat Keras

Ditandai dengan lingkaran merah bergaris tepi hitam dan huruf K. Penggunaan obat keras memerlukan resep serta pengawasan tenaga kesehatan.

✚
Pengawasan khusus

Narkotika

Penandaan narkotika menggunakan simbol palang atau tanda tambah berwarna merah. Penyerahan dan penggunaannya berada dalam pengawasan ketat serta hanya dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Warna Etiket

Mengenal Etiket Putih dan Etiket Biru

Warna etiket membantu membedakan penggunaan obat dalam dan obat luar.

Etiket Putih

Obat untuk Penggunaan Dalam

Digunakan untuk obat yang masuk ke dalam tubuh, terutama obat yang diminum melalui mulut. Aturan dosis, frekuensi, dan waktu penggunaan harus dibaca sebelum obat diminum.

Etiket Biru

Obat untuk Penggunaan Luar

Digunakan pada obat luar seperti salep, krim, obat tetes tertentu, obat kumur, atau sediaan lain yang tidak boleh diminum.

Langkah Membaca

Cara Membaca Etiket Obat

Lakukan pemeriksaan berikut sebelum menggunakan obat yang diterima.

01

Periksa Identitas Pasien

Pastikan nama pada etiket sesuai dengan orang yang akan menggunakan obat.

02

Periksa Nama Obat

Cocokkan nama obat dengan informasi yang diberikan dokter atau apoteker.

03

Periksa Jumlah Setiap Dosis

Perhatikan berapa tablet, kapsul, sendok, tetes, atau ukuran obat yang digunakan setiap kali.

04

Periksa Frekuensi Penggunaan

Pahami berapa kali obat digunakan dalam sehari dan jarak waktu antarpenggunaan.

05

Periksa Cara dan Waktu Penggunaan

Pastikan obat diminum, dioleskan, diteteskan, atau digunakan melalui cara yang sesuai.

06

Periksa Lama Penggunaan

Gunakan obat selama waktu yang ditentukan dan jangan memperpanjang terapi tanpa konsultasi.

Contoh Praktis

Contoh Informasi pada Etiket

Contoh berikut digunakan sebagai media pembelajaran dan bukan sebagai resep atau instruksi pengobatan.

APOTEK CONTOH Media edukasi Nawasena
Etiket Putih
Nama Pasien
Contoh Pasien
Nama Obat
Nama obat dan kekuatan sediaan
Jumlah
Sesuai obat yang diserahkan
Aturan Pakai
Sesuai petunjuk dokter atau apoteker
Petunjuk Tambahan
Baca informasi obat sebelum digunakan
Tanggal
Tanggal obat diserahkan
1

Identitas Pasien

Mencegah obat digunakan oleh orang yang salah.

2

Identitas Obat

Membantu pasien membedakan satu obat dengan obat lainnya.

3

Aturan Penggunaan

Menjelaskan jumlah, frekuensi, waktu, dan cara penggunaan.

4

Petunjuk Penyimpanan

Membantu menjaga mutu dan keamanan obat selama digunakan.

Hindari

Kesalahan yang Sering Dilakukan

Kesalahan kecil saat membaca kemasan dan etiket dapat menimbulkan risiko yang bermakna.

01

Tidak Membaca Aturan Pakai

Obat langsung digunakan tanpa memeriksa dosis, frekuensi, dan cara penggunaannya.

02

Melepaskan Etiket dari Wadah

Informasi penting hilang sehingga obat sulit dikenali dan berisiko tertukar.

03

Menyimpan Obat Tanpa Kemasan Asli

Identitas, nomor bets, kedaluwarsa, dan petunjuk penyimpanan tidak lagi tersedia.

04

Mengabaikan Peringatan

Obat digunakan meskipun terdapat kondisi yang memerlukan kehati-hatian atau konsultasi.

05

Tidak Memeriksa Kedaluwarsa

Obat digunakan tanpa memastikan tanggal kedaluwarsa dan kondisi fisiknya.

06

Menggunakan Obat dengan Label Rusak

Informasi yang tidak terbaca dapat menyebabkan kesalahan dosis dan cara penggunaan.

Perhatian

Jangan Gunakan Obat yang Tidak Dapat Diidentifikasi

Jangan menggunakan obat apabila nama, komposisi, aturan pakai, atau tanggal kedaluwarsanya tidak dapat dibaca. Tanyakan kepada apoteker sebelum mengambil keputusan.

Ingat

Pertahankan Obat dalam Kemasan Aslinya

Simpan obat bersama kemasan, etiket, dan lembar informasi sampai pengobatan selesai agar identitas serta petunjuk penggunaannya tetap tersedia.

i
Referensi
  1. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Ketentuan Penandaan Obat.
  2. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Penggunaan Obat yang Tepat dan Benar.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas.
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Cerdas Menggunakan Obat.