Tanaman Obat Keluarga

Kencur

Kaempferia galanga L.

Kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan tanaman herba dari famili Zingiberaceae yang tumbuh berumpun dan memiliki batang sangat pendek di dekat permukaan tanah. Tanaman ini dapat tumbuh dengan tinggi sekitar 20 sentimeter. Daunny...

Foto tanaman Kencur
Kingdom Plantae
Famili Zingiberaceae
Genus Kaempferia
Spesies Kaempferia galanga L.
Mengenal tanaman

Deskripsi dan Morfologi

Kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan tanaman herba dari famili Zingiberaceae yang tumbuh berumpun dan memiliki batang sangat pendek di dekat permukaan tanah. Tanaman ini dapat tumbuh dengan tinggi sekitar 20 sentimeter. Daunnya berwarna hijau dan merupakan daun tunggal. Bentuk daun bervariasi dari lonjong melebar hingga bulat, dengan panjang sekitar 7–15 sentimeter dan lebar sekitar 2–8 sentimeter. Ujung daun umumnya meruncing, pangkalnya berlekuk, dan tepi daunnya rata. Permukaan atas daun cenderung tidak berbulu, sedangkan permukaan bawahnya memiliki rambut-rambut halus. Tangkai daunnya relatif pendek dan sebagian berada di dalam tanah. Pada setiap tanaman biasanya tumbuh sekitar 2–3 helai daun yang tersusun saling berhadapan. Bunga kencur berbentuk seperti terompet dengan panjang sekitar 3–5 sentimeter. Bunganya berwarna putih, sedangkan bagian tertentu dari putiknya dapat berwarna putih hingga keunguan. Kencur memiliki akar serabut berwarna cokelat kekuningan. Rimpangnya pendek, berbentuk menyerupai jari yang tumpul, dengan kulit berwarna cokelat mengilap. Bagian dalam rimpang berwarna putih, berdaging, tidak berserat, dan memiliki aroma khas yang kuat.
Klasifikasi ilmiah

Taksonomi

Kingdom Plantae
Divisi Spermatophyta
Kelas Monocotyledonae
Ordo Zingiberales
Famili Zingiberaceae
Genus Kaempferia
Spesies Kaempferia galanga L.
Senyawa aktif

Kandungan

Rimpang kencur mengandung minyak atsiri sekitar 2,4–2,9%, meskipun kadarnya dapat berbeda berdasarkan kondisi tanaman dan proses pengolahan. Komponen penting minyak atsiri kencur adalah etil p-metoksisinamat atau ethyl p-methoxycinnamate. Senyawa ini merupakan salah satu komponen utama yang banyak dikaitkan dengan aktivitas biologis kencur. Selain itu, kencur mengandung etil sinamat, kamfer, borneol, sineol, pentadekana, flavonoid, senyawa fenolik, dan berbagai metabolit sekunder lainnya. Kencur juga dapat diolah menjadi oleoresin yang mengandung etil p-metoksisinamat dalam konsentrasi relatif tinggi.
Potensi kesehatan

Manfaat

Kencur memiliki berbagai potensi aktivitas farmakologis, termasuk sebagai antiinflamasi, analgesik, antibakteri, antioksidan, dan antidiare. Kandungan etil p-metoksisinamat dan minyak atsiri pada kencur berkontribusi terhadap aktivitas antiinflamasi dan pereda nyeri.

Dalam pengobatan tradisional Indonesia, kencur banyak dimanfaatkan untuk membantu meredakan batuk, masuk angin, sakit kepala, demam, rematik, dan gangguan pencernaan. Kencur juga digunakan sebagai ekspektoran untuk membantu mengeluarkan dahak, sebagai tonikum, serta untuk membantu meningkatkan nafsu makan dan stamina tubuh. Selain sebagai tanaman obat, kencur dimanfaatkan sebagai bahan baku jamu, fitofarmaka, kosmetik, minyak gosok, penyedap makanan dan minuman, serta bahan berbagai produk herbal. Penggunaannya untuk menangani penyakit tidak menggantikan pemeriksaan atau terapi medis.
Cara pemanfaatan

Pengolahan

Rimpang kencur dapat diolah menjadi minyak atsiri melalui proses distilasi atau penyulingan. Rimpang segar dicuci hingga bersih untuk menghilangkan tanah dan kotoran. Setelah itu, rimpang diiris tipis dengan ketebalan sekitar 3–4 milimeter. Irisan kencur kemudian dikeringkan menggunakan sinar matahari atau oven. Metode pengeringan dapat memengaruhi kadar air dan jumlah minyak atsiri yang diperoleh. Simplisia yang telah kering dapat dihaluskan, kemudian dimasukkan ke dalam alat distilasi. Proses pemanasan menghasilkan uap yang membawa minyak atsiri menuju kondensor. Setelah mengembun, campuran air dan minyak dipisahkan menggunakan alat pemisah. Minyak atsiri yang diperoleh dapat diuji secara sederhana menggunakan kertas saring.

Selain minyak atsiri, kencur dapat diolah menjadi oleoresin melalui ekstraksi maserasi menggunakan etanol. Setelah proses ekstraksi, pelarut diuapkan dan hasilnya dimurnikan hingga diperoleh oleoresin berwarna cokelat tua. Minyak atsiri dan oleoresin kencur dapat digunakan sebagai bahan baku industri farmasi, kosmetik, aromaterapi, pangan, dan parfum.