Tanaman Obat Keluarga

Temulawak

Curcuma xanthorrhiza Roxb.

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman obat dari famili Zingiberaceae yang banyak tumbuh di daerah tropis. Tanaman ini dikenal sebagai salah satu tanaman herbal asli Indonesia dan telah lama dimanfaatkan dalam pe...

Foto tanaman Temulawak
Kingdom Plantae
Famili Zingiberaceae
Genus Curcuma
Spesies Curcuma xanthorrhiza Roxb.
Mengenal tanaman

Deskripsi dan Morfologi

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman obat dari famili Zingiberaceae yang banyak tumbuh di daerah tropis. Tanaman ini dikenal sebagai salah satu tanaman herbal asli Indonesia dan telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.

Temulawak memiliki batang semu yang dapat tumbuh hingga sekitar dua meter. Batang semu terbentuk dari pelepah daun yang saling membungkus. Daunnya berwarna hijau, berbentuk lonjong memanjang, dan biasanya berjumlah sekitar 2–9 helai pada setiap tanaman. Bunganya berbentuk bulir dan dapat berwarna putih kemerahan hingga merah. Bunga tumbuh langsung dari bagian rimpang. Bagian utama yang dimanfaatkan adalah rimpangnya. Rimpang temulawak berukuran besar, terdiri atas rimpang induk dan rimpang cabang. Bagian dalam rimpang berwarna kuning cerah hingga jingga. Sistem perakarannya berupa akar serabut dengan bagian ujung akar yang dapat melebar. Rimpang temulawak mengandung berbagai senyawa aktif sehingga banyak digunakan sebagai bahan baku jamu dan produk herbal.
Klasifikasi ilmiah

Taksonomi

Kingdom Plantae
Divisi Spermatophyta
Kelas Monocotyledonae
Ordo Zingiberales
Famili Zingiberaceae
Genus Curcuma
Spesies Curcuma xanthorrhiza Roxb.
Senyawa aktif

Kandungan

Temulawak mengandung kelompok senyawa kurkuminoid, terutama kurkumin, demetoksikurkumin, dan bisdemetoksikurkumin. Selain kurkuminoid, temulawak mengandung xanthorrhizol yang merupakan salah satu komponen penting minyak atsiri temulawak. Rimpang temulawak juga mengandung minyak atsiri, flavonoid, senyawa fenolik, pati, protein, mineral, dan berbagai metabolit sekunder lainnya. Kurkuminoid berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, sedangkan xanthorrhizol dikaitkan dengan berbagai aktivitas antimikroba serta aktivitas biologis lainnya.
Potensi kesehatan

Manfaat

Temulawak memiliki potensi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan kurkuminoid dan xanthorrhizol pada temulawak juga memiliki aktivitas antiinflamasi sehingga berpotensi membantu mengurangi proses peradangan di dalam tubuh.

Temulawak telah lama digunakan untuk membantu menjaga kesehatan dan fungsi hati. Sejumlah penelitian menunjukkan potensi aktivitas hepatoprotektif yang dapat membantu melindungi jaringan hati dari kerusakan. Temulawak juga memiliki potensi antimikroba, analgesik, dan aktivitas biologis yang berhubungan dengan penghambatan pertumbuhan beberapa jenis sel abnormal.

Dalam penggunaan tradisional, temulawak banyak dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan nafsu makan, mendukung kesehatan pencernaan, dan menjaga stamina tubuh. Penggunaan temulawak sebagai terapi penyakit tidak menggantikan pemeriksaan dan pengobatan medis yang diperlukan.
Cara pemanfaatan

Pengolahan

Temulawak dapat diolah menjadi simplisia, minuman instan, jamu, maupun sirup herbal. Untuk membuat simplisia, rimpang temulawak yang sehat dipilih dan dicuci hingga bersih. Rimpang kemudian diiris melintang dan dikeringkan pada suhu sekitar 40–60 derajat Celsius hingga kadar airnya rendah. Simplisia disimpan dalam wadah tertutup dan kering.

Untuk membuat minuman instan, rimpang temulawak dicuci, diiris, kemudian diekstraksi menggunakan air. Ekstrak disaring dan ditambahkan gula sebagai bahan pembentuk kristal. Campuran dipanaskan sambil diaduk hingga terbentuk serbuk, kemudian didinginkan dan dikemas dalam wadah kedap udara.

Temulawak juga dapat diolah menjadi sirup. Rimpang yang telah dicuci dan diiris direbus menggunakan air selama kurang lebih satu jam. Air rebusan disaring dan didiamkan agar endapan terpisah. Filtrat kemudian dipanaskan kembali hingga volumenya berkurang. Gula ditambahkan dan diaduk hingga larut. Setelah dingin, sirup dimasukkan ke dalam botol yang bersih dan tertutup rapat.