Tanaman Obat Keluarga

Binahong

Anredera cordifolia (Ten.) Steenis

Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan tanaman merambat hijau abadi atau perennial evergreen yang tumbuh dari rimpang berdaging. Tanaman ini memiliki batang yang ramping dan melilit dengan panjang yang dapat menca...

Foto tanaman Binahong
Kingdom Plantae
Famili Basellaceae
Genus Anredera
Spesies Anredera cordifolia (Ten.) Steenis
Mengenal tanaman

Deskripsi dan Morfologi

Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan tanaman merambat hijau abadi atau perennial evergreen yang tumbuh dari rimpang berdaging. Tanaman ini memiliki batang yang ramping dan melilit dengan panjang yang dapat mencapai sekitar 30 meter. Daunnya berwarna hijau dan berbentuk hati, dengan panjang sekitar 1–15 sentimeter dan lebar sekitar 0,8–11 sentimeter. Binahong juga menghasilkan umbi udara atau bulbil yang berbentuk tidak beraturan. Ukuran bulbil dapat bervariasi mulai dari beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter. Bunganya berukuran kecil, sekitar 3–5 milimeter, dan berwarna putih kehijauan hingga putih krem. Bunga umumnya tersusun dalam rangkaian yang tumbuh dari bagian ketiak daun atau ujung cabang.
Klasifikasi ilmiah

Taksonomi

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Caryophyllales
Famili Basellaceae
Genus Anredera
Spesies Anredera cordifolia (Ten.) Steenis
Senyawa aktif

Kandungan

Daun binahong mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, triterpenoid, terpenoid, dan berbagai senyawa fenolik. Flavonoid dan senyawa fenolik berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan. Saponin, alkaloid, dan terpenoid juga berperan dalam berbagai aktivitas biologis, termasuk potensi antimikroba dan antiinflamasi. Kombinasi senyawa bioaktif tersebut mendukung pemanfaatan binahong sebagai salah satu tanaman obat tradisional.
Potensi kesehatan

Manfaat

Daun binahong memiliki berbagai potensi manfaat kesehatan karena mengandung flavonoid, saponin, alkaloid, triterpenoid, dan senyawa bioaktif lainnya. Berdasarkan berbagai penelitian, daun binahong memiliki potensi sebagai antimikroba dan antiinflamasi serta dapat membantu mendukung proses penyembuhan luka.

Binahong juga diteliti terkait potensinya dalam membantu menurunkan tekanan darah dan kadar lipid dalam darah. Kandungan antioksidannya berpotensi membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas serta mendukung pemeliharaan kesehatan kardiovaskular.

Sebagian besar manfaat tersebut masih memerlukan penelitian klinis lebih lanjut. Penggunaan binahong tidak boleh menggantikan pemeriksaan atau terapi medis, terutama pada penderita hipertensi, gangguan kolesterol, atau luka yang berat.
Cara pemanfaatan

Pengolahan

Daun binahong telah lama dimanfaatkan sebagai bahan dalam pengobatan tradisional. Sebelum digunakan, daun dipilih dalam kondisi sehat, kemudian dicuci menggunakan air bersih untuk menghilangkan debu dan kotoran.

Dalam pemanfaatan sederhana, daun binahong dapat direbus menggunakan air untuk menghasilkan minuman herbal. Daun juga dapat dikeringkan menjadi simplisia, dihaluskan menjadi serbuk, atau diekstraksi untuk memperoleh senyawa aktifnya.

Untuk penggunaan luar, daun binahong telah dikembangkan dalam berbagai penelitian menjadi sediaan ekstrak, gel, atau salep. Pengolahan tersebut bertujuan memanfaatkan kandungan flavonoid, saponin, alkaloid, dan terpenoid yang berpotensi memberikan aktivitas antimikroba, antiinflamasi, dan mendukung proses penyembuhan luka.

Pengolahan untuk penggunaan pada kulit harus memperhatikan kebersihan bahan dan alat. Daun yang ditumbuk secara langsung tidak dianjurkan ditempelkan pada luka terbuka yang dalam, kotor, atau menunjukkan tanda infeksi.